Home / Wacana (page 5)

Wacana

Masihkah Yogyakarta Istimewa Untuk Perempuan?

Dalam sejarah gerakan perempuan di Indonesia, kota Yogyakarta menjadi tempat istimewa karena kota itu menjadi saksi atas peristiwa-peristiwa penting perjuangan perempuan dalam melawan ketidakadilan berbasis jenis kelamin. Yogyakarta menjadi tempat berkumpulnya perempuan Indonesia untuk kali pertama dalam sejarah gerakan perempuan ketika perempuan dari berbagai belahan nusantara berkongres pada tahun 1928. …

Read More »

Menyegarkan Pemikiran Feminisme di Indonesia

Tidak sekali Indonesia dijadikan rujukan sebagai gerakan feminisme progresif dalam perjuangan melawan patriarkisme, misoginisme, dan seksisme. Meski turunan dari ketiga sumber diskriminasi dan kekerasan seksual dan jender tersebut sangat kompleks, seperti politik jender dan seksualitas negara, fundamentalisme dan konservatisme agama, tradisionalisme sosial-budaya, gerakan feminisme kita dinilai memiliki kemampuan dalam menantang …

Read More »

Tafsir Feminis yang Lebih Komprehensif

Wacana feminisme Islam semakin populer di Indonesia. Banyak kelompok Muslim berpengaruh yang aktif dalam kampanye hak-hak perempuan. Berbagai generasi feminis Muslim sejak Masdar F Mas’udi, Lies Marcoes, Syafiq Hasyim, Farha Ciciek hingga Husein Muhammad, Nasaruddin Umar, Sinta Nuriyah, dan Maria Ulfah Anshor telah memperkaya wacana feminisme di Indonesia dengan khazanah …

Read More »

One Direction dan Machoisme Sepakbola

Karir Graeme Le Saux sebagai pesepakbola tergolong sukses. Ia memenangi Premier League tahun 1995 bersama Blackburn Rovers dan menjadi juara Piala Winners dan Piala FA bersama Chelsea tahun 1998 dan 2000. Sebagai bek kiri, ia dipanggil ke timnas Inggris dan menjadi pemain reguler The Three Lions dengan jumlah 36 caps …

Read More »

Laki-laki Baru, Feminisme Baru

Saat ini, sedang terjadi perkembangan sangat menarik dan penting dalam gerakan feminisme, yaitu menguatnya pembicaraan tentang laki-laki. Perkembangan ini menandai gelombang baru dalam gerakan feminism (new wave of feminist movements). Jika pada periode-periode sebelumnya berkembang beberapa perspektif semisal women in development, women and development dan gender in development, pada gelombang …

Read More »

Mengharukan, Pemerkosa Nikahi Korban

Itulah judul berita di sebuah koran yang memuat kabar tentang pemerkosa yang menikahi korbannya yang masih berusia 15 tahun. Menikahkan korban dengan pemerkosa bukanlah hal baru. Pada akhir Januari tahun ini, Mufid Aristanto menikahi perempuan yang telah diperkosanya, di kantor Polres Malang. Dengan pernikahan ini, pihak korban mencabut laporan dan …

Read More »

Menuju Keadilan dan Kesetaraan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Peran Penting Perempuan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) dan Sumber-sumber Kehidupan (SSK) Menuju Tata Kelola yang Baik, Adil dan Berkelanjutan1 Dalam perannya merawat keluarga (reproduksi) perempuan juga menanggung banyak beban dalam hidupnya. Mulai dari lahir hingga ia mati mungkin waktu untuk beristirahat yang dia gunakan tidak sampai seperempat dari …

Read More »

Refleksi tentang CATAHU Komnas Perempuan Tahun 2014

Tahun 2014, Perempuan Masih Rentan Mengalami Kekerasan di Semua Sektor Kehidupan Saya ingin memberi sedikit refleksi tentang Catatan Tahunan Komnas Perempuan atau biasa disingkat sebagai CATAHU Komnas Perempuan. Hari ini adalah peluncuran CATAHU tahun 2014 sejumlah pengaduan, informasi, proses dan keputusan pengadilan, kebijakan-kebijakan lama dan baru yang berkaitan dengan kekerasan …

Read More »

Kekerasan Berbasis Gender Sebagai Kejahatan Sosial

Kekerasan berbasis gender atau lebih khusus kekerasan terhadap perempuan merupakan kejahatan sosial (social crime). Apa maksudnya? Kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap perempuan terjadi tidak terpisahkan dari beragam konstruksi sosial-budaya yang tidak adil gender atau bias gender.  Setiap elemen masyarakat, baik individual maupun institusional, memiliki andil dalam membangun konstruksi bias …

Read More »

Hegemoni Maskulinitas dan Arah Gerakan Feminisme

Simone de Beauvoir dalam bukunya Second Sex (2003: XXV) menuliskan bahwa perempuan dianggap sebagai jenis kelamin kedua atau makhluk sekunder. Dengan kata lain bahwa perempuan dianggap lebih rendah dari laki-laki. Dengan adanya anggapan ini maka munculah konstruk di masyarakat bahwa perempuan hanyalah makhluk yang lemah, oleh karena itu perempuan dianggap …

Read More »