Home / Kegiatan / Kuliah Umum Bersama Michael Kaufman

Kuliah Umum Bersama Michael Kaufman

“Bagaimana Laki-laki Terlibat Dalam Mempromosikan Kesetaraan Gender dan Maskulinitas Positif”

I. Latar Belakang

Selama ini program pembangunan kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan lebih banyak berfokus kepada perempuan. Sebagai akibatnya isu gender, kekerasan terhadap perempuan, kesehatan ibu dan anak, serta perencanaan keluarga sering kali dianggap sebagai urusan perempuan. Di satu sisi situasi ini membuat laki-laki semakin teralienasi dari isu-isu gender dan kekerasan terhadap perempuan dan di sisi yang lain pencapain keadilan dan kesetaraan gender, pemenuhan hak-hak perempuan, seperti hak kesehatan reproduksi dan hak terbebas dari kekerasan terhadap perempuan, berjalan pelan tanpa melibatkan laki-laki sebagai bagian dari persoalan itu sendiri.

Persoalan laki-laki dan maskulinitas sampai saat ini tidak banyak dipertimbangkan dalam program-program pembangunan. Sebuah studi menunjukkan bahwa sikap laki-laki terkait dengan norma gender di masyarakat sangat berkaitan dengan perilaku laki-laki, yang akan berimplikasi pada dirinya sendiri atau pasangannya. Pada isu  penghapusan kekerasan terhadap perempuan makin di sadari pentingnya keterlibatan laki-laki dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan serta mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender.

Berbagai riset menunjukkan bahwa pandangan tentang bagaimana menjadi laki-laki berkontribusi terhadap lahirnya perilaku yang penuh kekerasan, termasuk bagaimana mereka menggunakan kekerasan ini kepada perempuan untuk menunjukkan derajat kelelakian mereka. Di sisi lain ternyata banyak laki-laki yang tidak sepakat terhadap kekerasan terhadap perempuan tetapi mereka memilih untuk menjadi silent majority, karena tekanan dari norma yang berlaku di masyarakat.

Pelibatan anak laki-laki dan laki-laki dewasa sangatlah penting demi meningkatkan hak dan kesehatan seksual dan reproduksi perempuan, menurunkan kekerasan berbasis gender, dan membangun hubungan antar laki-laki dan perempuan yang saling menghormati. Lebih jauh lagi, menjadi ayah adalah sebuah peristiwa kehidupan yang menawarkan peluang sangat luar biasa untuk membuat laki-laki mendefinisikan ulang tentang bagaimana menjadi seorang laki-laki.

Ketika laki-laki lebih terlibat dalam pengasuhan, kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga akan menurun, pemenuhan hak-hak perempuan dan anak akan lebih meningkat. Keterlibatan seorang laki-laki secara positif dalam kehidupan seorang perempuan dan anak akan mendorong pencapaian keadilan dan kesetaraan gender, bermanfaat bagi perempuan dan anak dan juga bagi laki-laki itu sendiri.

Riset menunjukkan bahwa keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan akan meningkatkan kualitas hubungan mereka dengan pasangan, menjadikan mereka ayah yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dari 5 laki-laki, 4 di antaranya akan menjadi ayah di kemudian hari. Akan tetapi sampai hari ini belum ada “sekolah” yang mempersiapkan laki-laki untuk bisa berperan sebagai pengasuh. Budaya yang belum mengizinkan bagi laki-laki untuk terlibat dalam pengasuhan, menjadi tembok yang tebal untuk meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan. Kesadaran yang kuat pada beberapa laki-laki untuk terlibat dalam pengasuhan seringkali bercampur dengan kebingungan, tekanan, dan keterasingan pada laki-laki. Hal ini diperparah dengan minimnya role model yang ada di masyarakat yang bisa mereka jadikan tauladan.

II. Tujuan

Minimnya pengetahuan dan role model untuk membahas mengenai nilai maskulinitas yang mempromosikan keadilan dan kesetaraan saat ini menjadi kebutuhan di masyarakat. Kuliah umum mengenai pelibatan laki-laki dalam mempromosikan isu kesetraan gender bertujuan untuk;

  • Meningkatkan pemahaman dan bagaimana laki-laki memahami nilai maskulinitas dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
  • Meningkatkan akses dan partisipasi laki-laki terhadap program yang mempromosikan isu kesetaraan gender,
  • Meningkatkan pemahaman dan tanggung jawab laki-laki dalam kesehatan ibu dan pengasuhan.
  • Laki-laki dewasa dan pemuda akan berpartisipasi secara lebih setara di dalam pengasuhan dan mereka akan lebih terdorong untuk membuat pilihan-pilihan yang lebih sehat terkait hubungan seksualitas mereka dan partisipasi di dalam kesehatan ibu dan anak.

III. Pelaksanaan Kegiatan

Kuliah umum ini akan mengundang Michael Kaufman, Ph.D. Ia adalah seorang pembicara, penulis, konsultan dan pendidik yang terkenal di seluruh dunia karena gagasannya untuk program pelibatan laki-laki dalam mempromosikan kesetaraan gender. Michael Kaufman adalah penggagas White Ribbon Campaign, kampanye terbesar di seluruh dunia yang menyuarakan upaya laki-laki dalam menghentikan kekerasan terhadap perempuan. Saat ini, Michael berkeliling dunia untuk mempromosikan publikasinya yang terkait dengan isu pembangunan dan transformasi Gender. Michael Kaufman juga banyak memberi masukan pada sistem di PBB untuk membuat program pelibatan laki-laki untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Kuliah umum ini akan diadakan di Jakarta, bertempat di Erasmus Huis, kerja sama antara RutgersWPF Indonesia, Yayasan Pulih dan Aliansi Laki-laki Baru yang mengundang lebih dari 150 orang dari berbagai institusi yang akan diselenggarakan pada;

  • Hari/Tanggal        : Jumat, 7 November 2014
  • Waktu                     : 08.30 – 12.00 WIB
  • Agenda
    • 08.30 – 09.00        : Registrasi Peserta & Coffeebreak
    • 09.00 – 09.20        : Pembukaan
      • Sambutan CR – RutgersWPF
      • Sambutan Yayasan Pulih
    • 09.20 – 09.30        : MC memperkenalkan Pemateri Kuliah & Moderator Kuliah
    • 09.30 – 11.00        : Pemaparan Kuliah
    • 11.00 – 11.15        : Summary dari Moderator
    • 11.15 – 11.45        : Tanya Jawab
    • 11.45 – 12.00        : Penutupan dari Simponi

Note: Peserta yang mendaftar tidak dipungut biaya apapun dan akan mendapatkan material kit dari panitia

PENDAFTARAN:

http://bit.ly/kuliahumum_MK

About Redaksi

Gerakan Laki-laki untuk kesetaraan gender

Check Also

Merebut Malam Kembali di Taman Suropati

Ada yang bilang ‘malam’ dan ‘perempuan’ bukan gabungan yang terdengar enak di telinga. Mendengar sebutan ‘perempuan malam’, pasti yang muncul di …

2 comments

  1. saya daftar menjadi peserta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *