Home / Tulisan Khas / Muhammad Anwar: Urusan Domestik Bukan Hanya Tanggung Jawab Istri

Muhammad Anwar: Urusan Domestik Bukan Hanya Tanggung Jawab Istri

Muhammad Anwar adalah salah seorang penggerak di desa Mekarsari. Selain sebagai petani hutan dia juga bekerja sebagai penyuluh kehutanan swadaya masyarakat (PKSM). Aktivitas sehari – harinya bekerja di hutan mulai dari pagi hingga siang hari bahkan sampai sore hari. Akan tetapi meskipun dia selalu sibuk, dia juga tidak melupakan peran dan tanggung jawabnya kepada keluarga. Bapak satu anak ini selalu meluangkan waktunya untuk membantu istri mengurus rumah tangga bahkan tidak jarang dia yang sering memasak untuk keluarga. Bahkan saat bertamu kerumahnya, saya lagi mendapati dia sedang memasak di dapur, sedangkan di ruangan sebelah, istrinya sedang berdiskusi dengan sesama perempuan yang tergabung dalam kelompok wanita terampil pengelola hutan.

Ditemui di kediamannya, dia berbagi cerita tentang apa yang dia lakukan di dalam keluarga dan komunitasnya. Ini patut menjadi contoh bagi para laki–laki di daerahnya.

Dalam kehidupan sehari – hari kita menyadari bahwa antara suami dan istri harus saling melengkapi, saling melengkapi dalam banyak hal, mulai dari bagaimana menjalin hubungan, berbagi nafkah lahir dan batin dan termasuk juga aktivitas sehari-hari. Dan yang paling penting adalah bagaimana kita berbagi peran di dalam rumah tangga, terutama pekerjaan – pekerjaan yang masih dianggap tabu oleh masyarakat misalnya, kita membantu istri mencuci, memasak, menyetrika dan lain – lain. Kalau istri mengerjakan yang lain seperti mengurus anak dan menyiapkan untuk berangkat ke sekolah ataupun juga di dapur yang.

Tapi bagi saya justru itu, ketika ada kemauan dan kesempatan kenapa tidak kita membantu, karena istri juga mengerjakan hal yang lain. Misalnya kalau istri lagi mempersiapkan bahan – bahan masakan seperti mencuci beras, menyiapkan sayuran untuk kita yang ngulek bumbu atau menyiapkan air untuk masaknya, setidaknya bekerjasama itu lebih meringankan. Kalau dari sisi kebiasaan, saya mencoba membiasakan diri untuk selalu membantu istri, karena seperti yang kita ketahui selain mulai bekerja di dapur, sumur dan kasur bisa jadi mereka 24 jam bekerja tanpa diupah. Bagaimana kesadaraan dari seorang laki – laki atau suami sangatlah penting untuk membangun kebersamaan di dalam rumah tangga. Inilah yang masih jarang dilakukan oleh laki – laki atau suami tentang bagaimana berbagi peran di dalam rumah tangga, sehingga ini menjadi salah satu penyebab ketidakharmonisan di dalam rumah tangga. Berbagi peran itu belum dipahami betul, seolah – olah suami itu adalah raja, perintah sana perintah sini. Kita hendaknya refleksi dulu ke diri pribadi sebagai seorang laki – laki.

Dan yang sering menjadi masalah adalah bahwa laki – laki menganggap diri mereka adalah seorang pemimpin, diibaratkan seorang pemimpin harus mampu memberi contoh kepada yang dipimpin, misalnya di dalam rumah tangga seorang laki – laki atau suami harus mampu memberi contoh kepada istri bagaimana cara memasak yang enak dan baik seperti apa? bukan lantas malah menyalahkan dan mencela istri jika masakan tidak enak. Kalau istri belum bisa memasak paling tidak jangan mencela, ini juga menjadi salah satu penyebab keharmonisan di dalam rumah tangga terganggu.

Dikatannya juga dalam kehidupan bermasyarakat terkadang sering mendapat cemohan dari tetangga, laki – laki kok mau saja diperintah oleh istri, laki – laki kok disuruh nyuci padahal itu tugasnya perempuan, salah satu cara untuk merespon hal tersebut, saya mencoba berkomunikasi sekaligus memberikan pengertian, di dalam menjalankan kehidupan rumah tangga, pekerjaan domestik tidak harus semuanya dibebankan kepada perempuan atau istri ketika ada kesempatan laki – laki juga harus bisa membantu untuk meringankan pekerjaan istri. Setelah saya jelaskan kepada mereka, barulah mereka mengerti. Kadang ada juga yang tidak mau tahu tapi saya biarkan saja ,toh nanti dengan sendirinya pada saatnya nanti mereka akan melakukannya dengan kesadaran sendiri.

Di dalam komunitasnya bersama gabungan kelompok tani hutan (GAPOKTAN) yang kesemuanya laki-laki, menginisiasi terbentuknya kelompok perempuan, untuk bersama – sama dalam menjaga kelestarian hutan dan pengolahan hasil hutan. Menjadi penting juga perempuan untuk ikut andil dan terlibat dalam setiap proses. Adapun tujuan besar utama dari GAPOKTAN ini adalah bagaimana meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kehutanan dan pengolahan hasil hutan bukan kayu. Dari dasar itulah maka terbentuklah kelompok wanita terampil. Dengan adanya kelompok ini, menjadi wadah pemberdayaan bagi perempuan, mereka juga akan dapat berkontribusi dengan laki – laki dalam penjagaan dan pelestarian hutan.

About Diar Ruly Januari

Penggiat di Gema Alam, sebuah NGO yang konsentrasinya pada isu pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan sosial dan gender, dan pada tahun 2015 di percaya sebagai kordinator divisi Gender & Anak untuk periode 2015 – 2018.

Check Also

Feminisme Membutuhkan Keterlibatan Laki-laki

Saya hanya ingin sedikit membagi cerita, selama setahun belakangan beberapa teman teman di Malang, Jawa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *