Arman Dhani

Jurnalis di Tirto.id. Menyukai piringan hitam, sepatu dan buku. Sedang berusaha move on.

Tentang #WomensMarchJKT

Kemarin seseorang mengirimkan sebuah rekam gambar tentang postingan di Instagram yang memberi komentar nyaris negatif terhadap WomensMarchJKT. Namun karena sedang asik menemani, jalan, dan makan seorang adik perempuan yang lama sekali susah ditemui, saya mengabaikan postingan itu. Semalam setelah saya baca lagi, lha kok jadi sebal? Tulisan ini merespon postingan …

Read More »

Perempuan Selalu Salah

Dua foto dalam tulisan ini┬ábicara tentang sebuah narasi besar. Bahwa perempuan masih dan mungkin akan tetap jadi korban tafsir patriarkis. Baru saja saya membaca sebuah komentar yang mengkritik sembilan perempuan kendeng pemberani ini. “Ibu-ibu itu kenapa dibiarin kakinya disemen? Panas-panas? Suaminya ke mana?” seolah, perempuan tak berhak dan tak boleh …

Read More »

Mengapa Saya Bukan Feminis

Saya selalu menolak disebut sebagai feminis, bagi saya sebutan itu terlalu berat dan terlalu baik untuk disematkan kepada saya. Bukan, bukan berarti saya menganggap bahwa feminis adalah kata dengan makna peyoratif. Lebih dari itu, feminis dan feminisme adalah sebuah kesadaran luhur yang kerap kali disalah pahami. Beberapa menganggap bahwa feminisme …

Read More »