Home / Wacana

Wacana

Apakah Hanya Laki-laki yang Dapat Menjadi Patriarkal?

Beberapa waktu terakhir, sebuah tagar menjadi viral di media sosial –khususnya Instagram– dan digunakan untuk menyerang poster-poster yang dibawa oleh partisipan aksi Women’s March 2018 di sejumlah daerah di Indonesia. Tagar tersebut ialah #feminismabok. Secara umum, tagar ini digunakan oleh orang-orang yang mengomentari poster-poster terkait otoritas dan kedaulatan tubuh. Di …

Read More »

Ketika Negara Menginvasi Kamar Tidur: Kriminalisasi Seks dan Pengkhianatan terhadap Demokrasi

Akhir 2017, berita DPR merevisi KUHP mulai berdengung. Salah satu revisinya adalah pasal perzinahan yang hendak mengkriminalisasi segala bentuk seks di luar pernikahan yang sah, termasuk seks konsensual antara dua orang dewasa (pasal 484). Tulisan singkat ini memaparkan keberatan terharap revisi ini dari perspektif psikologis, budaya, agama, kesehatan masyarakat, dan …

Read More »

Jeruji itu Bernama RKUHP dan Kita Semua Terpenjara di Dalamnya

Agaknya hampir mustahil untuk mendeskripsikan Indonesia dalam satu penjelasan sederhana. Betapa tidak? Indonesia merupakan negara-bangsa dengan keragaman aspek sosiokultural dan ekonomi-politik yang sangat dinamis. Kita bisa saja bicara soal sejarah panjang negeri ini ketika melawan rezim kolonial yang gencar melakukan ekspansi kapital. Kita bisa saja bicara soal pemerintah yang hadir …

Read More »

Kekerasan terhadap LGBT Merupakan Politik Gender dan Seksualitas

Kekerasan terhadap LGBT (lesbian, gay, biseksual dan trans, red) harus dilihat sebagai politik gender dan seksualitas. Yaitu, secara sederhana, strategi politik –untuk tujuan mencapai kekuasaan dan menjaga stabilitas kekuasaan dan tujuan-tujuan politik di balik kekuasaan tersebut– dengan dengan menggunakan isu-isu gender dan seksualitas. Kasus mutakhir yang terjadi di Aceh belum …

Read More »

Otoritas dan Pengendalian Identitas atas Tubuh Perempuan

Penggalan Kisah Pergolakan Identitas di Sekitar Saya Semasa aktif kuliah dulu, saya tergabung dalam organisasi Islam ekstra kampus. Organisasi yang dikenal moderat khususnya dengan alumni-alumni yang menghasilkan karya-karya intelektual yang mendukung kebhinekaan, keindonesiaan, pluraslisme bahkan sekularisme. Terdapat berbagai tingkatan perkaderan dalam organisasi tersebut. Tingkat paling mikro adalah komisariat yang terdiri …

Read More »

Revenge Porn: Seksisme dalam Media Baru

Dunia maya bisa jadi tempat yang tidak ramah—sebuah survey yang dilakukan Rad Campaign, Lincoln Park Strategies, dan Craig Newman menemukan bahwa 47% orang Amerika di bawah usia 35 tahun pernah menerima perlakuan tak pantas di dunia maya—dan ini terjadi lebih-lebih kepada perempuan, yang merupakan 57% dari kelompok tersebut. Satu responden …

Read More »

Jangan Takut Dengan Feminisme, Bergabunglah!

Banyak orang yang masih kurang memahami feminisme. Jadi, kami merasa masih perlu untuk menjelaskannya berulang kali. Sebelum saya menjelaskan tentang feminisme, saya ingin terlebih dahulu memberi penghargaan kepada para feminis pendahulu yang karena perjuangannya maka kini kita dapat maju dan berdiri tegap. Semua yang telah kita capai saat ini sebagai perempuan …

Read More »

Penulisan Feminin dan Maskulin: Daya Hidup, Seks, dan Narasi

APA lagi yang dapat kita temukan dalam karya penulisan? Setelah deretan pujangga mencoba menyihir manusia membuat kategori mana yang indah dan mana yang tidak, lahir kemudian penulisan menara gading versus pinggiran, seks versus moral, sastra-wangi versus sastra-bau.1  Lalu apa yang dapat kita nikmati dari penciptaan kategori? BISA negatif: sesuatu yang …

Read More »

Perempuan Dalam Mata Rantai Pelecehan

Membaca sebuah artikel yang membahas tentang catcalling, membuat saya teringat tentang pelecehan yang dialami oleh kawan saya. Yang paling menyedihkan dari kejadian tersebut adalah pertama pelecehan tersebut terjadi di kampus -yang dianggap tempatnya orang-orang intelek- , dan yang kedua pelakunya tak lain adalah para mahasiswa (laki-laki tentu saja) yang notabene …

Read More »

Maskulinitas dan Bunuh Diri

Jumat, 17 Maret 2017, media sosial Indonesia dihebohkan dengan status Live Facebook seorang laki-laki bernama PI yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada seutas tali tambang. Status Live yang memperlihatkan bagaimana PI menghabisi nyawanya sendiri tersebut menjadi viral sebelum akhirnya dihapus oleh Facebook karena mengandung konten sadis dan berbahaya. Sebelum memutuskan …

Read More »