Home / Wacana (page 2)

Wacana

“Ya, Kantor Saya Berikan Cuti Satu Bulan untuk Ayah”

Selesai sudah perbincangan panjang hampir satu tahun dengan Febry Mahimza dan Ariyanto, mitra saya di Opal Communications. Akhirnya, kebijakan cuti ayah secara bulat diputuskan dan diterapkan di kantor saya mulai 2017. Cuti ayah adalah libur khusus bagi karyawan untuk menemani istri yang melahirkan dan bersama-sama mengasuh bayinya yang baru lahir. …

Read More »

Hijab dan Sikap Terhadap Perempuan

Kalau diamati, semua orang sepertinya terobsesi dengan hijab. Tidak hanya dilihat sebagai penutup aurat, hijab juga berfungsi sebagai simbol opresi bagi sebagian orang, atau simbol pembebasan bagi sebagian lainnya. Tidak jarang hijab digunakan kaum Muslim konservatif sebagai patokan moralitas seorang perempuan Muslim dan kadar “kemuslimannya”. Menilai dari wacana Islam yang …

Read More »

Nalar Sesat Pelaku Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual masih menjadi momok tidak hanya bagi perempuan di Indonesia tetapi juga perempuan di berbagai belahan dunia. Perkosaan sebagai bentuk kekerasan seksual yang paling ekstrem masih menjadi berita pilu yang kerap tersaji di berbagai media tanah air, lebih-lebih semenjak terungkapkannya kasus YY di Bengkulu. Demikian halnya di negara lain …

Read More »

Pemerkosa Adalah Seorang Pengecut!

Pemerkosaan adalah bentuk kejahatan yang hampir sama sekali tidak memiliki celah alasan paling rasional yang bisa dinalar oleh akal sehat. Tidak ada satupun. Suatu jenis kejahatan yang hanya benar-benar bertumpu oleh kesalahan si pelaku sedari awal. Salah satu jenis kejahatan yang terjadi murni karena human error dan juga ambisi pribadi. …

Read More »

Indonesia, Kita Punya Masalah dengan Budaya Perkosaan

Bulan lalu, seorang remaja perempuan bernama Yuyun diperkosa oleh 14 remaja laki-laki di Bengkulu dan kemudian dibunuh. Dia baru berusia 14 tahun. Seorang gadis muda, dengan begitu banyak mimpi dan harapan untuk masa depan, sekarang hanya tinggal kenangan untuk keluarganya Coba bayangkan peristiwa itu dalam sesaat. Bajingan sinting macam apa …

Read More »

Kegagalan Melihat Akar Masalah Kekerasan Seksual

Untuk yang kesekian kalinya nurani kita menjerit ketika tragedi kekerasan seksual yang disertai pembunuhan menimpa Yuyun (14), dimana kebiadaban tersebut dilakukan oleh 14 orang laki-laki, di Rejang Lebong, Bengkulu. Sebagaimana diketahui, kasus kekerasan seksual di Indonesia bukanlah yang pertama kali, dimana sebelumnya sempat marak kasus kekerasan seksual juga terjadi di …

Read More »

Perempuan dalam Pengelolaan Kawasan Hutan

Dalam sebuah keluarga, peran seorang istri/ibu, tidak dapat dipungkiri memiliki peran sangat penting. Dalam peran tradisional, perempuan dituntut mengetahui secara detil permasalahan ekonomi keluarga, sehingga dia dapat melakukan pengelolaan keuangan keluarga secara maksimal. Jika ada ketidakkesesuaian antara pemasukan dan pengeluaran, maka sering kali muncul inisiatif dari perempuan untuk ikut mengatasi …

Read More »

Dosa Patriarki dalam Perdagangan Orang di NTT

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus human trafficking (perdagangan orang) cukup tinggi di dunia. Bukan hanya sebagai negara pengirim tetapi juga negara penerima korban perdagangan orang. Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke beberapa Negara disinyalir terselubung ke dalam bentukperdagangan orang. Rumitnya proses pengiriman tenaga kerja membuat para calon …

Read More »

Perempuan Selalu Salah

Dua foto dalam tulisan ini bicara tentang sebuah narasi besar. Bahwa perempuan masih dan mungkin akan tetap jadi korban tafsir patriarkis. Baru saja saya membaca sebuah komentar yang mengkritik sembilan perempuan kendeng pemberani ini. “Ibu-ibu itu kenapa dibiarin kakinya disemen? Panas-panas? Suaminya ke mana?” seolah, perempuan tak berhak dan tak boleh …

Read More »

Eksekusi Mati Ala Media Sosial

Tidak tahan dengan bullying (perundungan, ed) yang didapat melalui media sosial, Carolina Picchio (14), dari Italia dan Rebecca Sedwick (12), dari Amerika Serikat, pada 2013 memilih mengakhiri hidupnya. Begitu juga dengan Hannah Smith (14), dari Inggris, walau ia meminta orang-orang di media sosial berhenti merundung dirinya, pada akhirnya ia tidak tahan …

Read More »