Home / Info / Mendukung Kesetaraan Gender, Dimulai dari Dapur

Mendukung Kesetaraan Gender, Dimulai dari Dapur

Perceraian / per-ce-rai-an (kata benda) 1. perpisahan; 2. perihal bercerai (antara suami istri); perpecahan. – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Sebuah proses resmi perpisahan antara suami dan istri, baik secara hukum negara ataupun agama disebut sebagai perceraian.

Perceraian biasanya terjadi karena relasi suami dan istri sudah mencapai titik kritis, yang artinya sudah sulit mempersatukan kembali hubungan pernikahan. Maka berpisah secara resmi dianggap sebagai solusi terbaik.

Ada berbagai alasan mengapa perceraian bisa terjadi selain karena adanya kekerasan dalam rumah tangga, salah satu diantaranya yang sering kali luput dari perhatian masyarakat adalah persoalan tidak adanya pembagian peran yang setara di rumah.

Selama ini, tugas-tugas domestik seperti membersihkan dan merawat rumah, memasak, mencuci, mengasuh dan mendidik anak, serta berbagai tugas lainnya di rumah dianggap sebagai tugas perempuan saja.

Sementara, mencari nafkah dan menjadi kepala rumah tangga serta tugas-tugas lainnya di ruang publik dilekatkan kepada laki-laki. Pembedaan peran ini sudah terjadi sekian lama dan hampir di seluruh dunia, yang kemudian menjadi ‘budaya’.

Tidak sedikit orang yang menganggapnya sebagai kodrat perempuan dan laki-laki. Padahal, seperti yang kita tahu, kodrat adalah sebuah peran yang tidak bisa digantikan seperti mengandung, melahirkan, dan menyusui.

Pada akhir tahun 2015, Kementerian Agama menegaskan bahwa tugas-tugas domestik dalam keluarga bukanlah kodrat sehingga bisa dilakukan bergantian oleh suami dan istri. Ketidaksadaran akan pembagian peran domestik yang setara tidak jarang menjadi awal dari kasus perceraian. (https://www.antaranews.com/berita/536277/kemenag-tugas-domestik-di-keluarga-bukan-kodrat)

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (Badilag MA) mencatat ada 374.516 kasus perceraian yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2017. Angka tersebut bukanlah angka yang kecil.

Melihat hal tersebut, Heinz Kecap ABC Indonesia merasa prihatin dan ingin berkontribusi untuk mengurangi angka perceraian di Indonesia.

Dimulai dari dapur.

Pada September 2018, Kecap ABC berinisiatif membuat program kampanye digital dan kegiatan edukasi publik yang bertajuk “Akademi Suami Sejati” untuk mendorong lebih banyak laki-laki yang mau terlibat pada pembagian peran gender yang setara dalam rumah tangga, di mana pembagian peran tersebut dapat dimulai dari dapur.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengajarkan para suami cara memasak dan bagaimana memperlakukan istri sebagai pasangan yang setara.

“Ini adalah salah satu langkah nyata kami untuk mendukung kesetaraan gender di Indonesia; dengan mengedukasi suami di Indonesia untuk menunjukkan apresiasi kepada istrinya dengan mulai memasak dan berbagi peran domestik yang setara.” jelas Dhiren Amin, Head of Marketing, SEA, Kraft Heinz.

Kecap ABC kemudian mengajak Aliansi Laki-laki Baru untuk bekerja sama menyelenggarakan kegiatan edukasi publik Akademi Suami Sejati yang dilakukan dengan cara berkeliling ke 3 kota di Indonesia, yaitu Bandung, Semarang, dan Malang dengan mengundang para suami dari berbagai komunitas lokal di setiap kota.

Para suami yang hadir dalam roadshow Akademi Suami Sejati belajar bersama dengan Aliansi Laki-laki Baru tentang kesetaraan gender, berbagi peran setara di rumah dan apa saja manfaatnya untuk laki-laki serta keluarga.

Lalu, selain itu para suami juga belajar bersama Chef Gerry Girianza dan Chef Aga Alvian cara memasak beberapa menu makanan khas Indonesia berbumbu kecap yang mudah untuk dilakukan di rumah.

Aliansi Laki-laki Baru mengapresiasi inisiatif baik dari Kecap ABC yang berani mengkomunikasikan kesetaraan gender dalam pernikahan di Indonesia dan merasa sangat senang bisa bekerja sama menjalankan kegiatan tersebut.

Inisiatif ini sejalan dengan misi Aliansi Laki-laki Baru, yaitu mendorong pelibatan laki-laki untuk mewujudkan kesetaraan gender dan menghapuskan kekerasan berbasis gender di Indonesia.

Kecap ABC dan Aliansi Laki-laki Baru sepakat bahwa pembagian peran yang setara dalam rumah tangga adalah salah satu kunci utama untuk melanggengkan pernikahan.

Melalui kampanye yang dilakukan ini, kami berharap semakin banyak laki-laki yang sadar akan pentingnya pembagian peran setara dan mau terlibat melakukan perubahan—agar angka perceraian di Indonesia berkurang.

Selangkah demi selangkah kita lakukan perubahan. Yuk, kita mulai dulu dari dapur!

About Shera Rindra Pringgodigdo

Konsultan Strategi Media Sosial, yang memiliki keahlian untuk membuat, mengatur, mengembangkan, dan mengimplementasikan strategi serta konten media sosial untuk kampanye, edukasi, dan advokasi di isu sosial, seni, budaya, dan lingkungan untuk organisasi lokal dan internasional.

Check Also

Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

Diterbitkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE.03/MEN/IV/2011 Pelecehan seksual di tempat …

One comment

  1. Tapi saudara perempuan saya yg gak mau masak, tapi saat diminta angkat galon bilang “itu kan tugas laki-laki” perlu ditegur gak menurut Anda? Cuma minta saran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *