Nur Hasyim

peminat kajian maskulinitas, trainer dan fasilitator tentang gender, maskulinitas dan kekerasan serta ayah dari dua anak perempuan. Saat ini menjadi pengajar di Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang

Menggali Bukti Dampak Positif Pelibatan Laki-Laki

Seorang kawan mengunggah catatannya tentang sidang Komisi Status Perempuan PBB (CSW 60) di New York baru-baru ini. Dalam catatannya ia menyebutkan bahwa di antara isu yang diperbincangkan cukup hangat dalam kegiatan tambahan (side event) sidang PBB tersebut adalah perlunya memperluas keterlibatan laki-laki dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan pencapaian …

Read More »

Candaan Seksis

Kebanyakan orang suka candaan, guruan atau lelucon makanya profesi pelawak, komedian atau yang lagi ngetren sekarang, komika, memiliki banyak penggemar atau fans yang tak kalah banyaknya dengan penyanyi, musisi, atau pemain peran. Selain itu, candaan disukai karena menghibur dan dapat membuat penikmatnya melepas tekanan dan beban hidup yang kian berat. …

Read More »

Hari Ibu dan Wacana Rahim

Setiap tanggal 22 Desember, masyarakat dan pemerintah Indonesia merayakan Hari Ibu. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan momentum bersejarah kongres Pergerakan Perempuan Indonesia atau yang dikenal dengan Kongres Perempuan Indonesia pertama yang berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 22 sampai 25 Desember 1928. Dalam kongres ini perempuan Indonesia menyuarakan kepentingan politik mereka …

Read More »

Nadhlatul Ulama dan Maskulinitas

Muktamar Nadhlatul Ulama (NU) ke 33 di Jombang beberapa waktu lalu begitu menarik bagi berbagai kalangan. Di antara daya tarik itu adalah tema yang diusung yakni “Islam Nusantara” atau kerap disingkat ISNUS. Terlepas dari masih adanya perdebatan konseptual atas tema tersebut, namun ISNUS terasa begitu relevan di tengah kecenderungan beragama …

Read More »

Ayah Versus Penguasa Rumah

Saya termasuk orang yang tidak begitu percaya diri ketika berbicara tentang tema “ayah” karena sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi ayah tidak mampu menjaga konsistensi menjadi ayah penuh waktu untuk anak-anak perempuan saya dan lebih sering menjadi menjadi ayah paruh waktu. Tidak bermaksud mencari pembenaran atau “ngeles”,salah satunya karena saya …

Read More »

Masihkah Yogyakarta Istimewa Untuk Perempuan?

Dalam sejarah gerakan perempuan di Indonesia, kota Yogyakarta menjadi tempat istimewa karena kota itu menjadi saksi atas peristiwa-peristiwa penting perjuangan perempuan dalam melawan ketidakadilan berbasis jenis kelamin. Yogyakarta menjadi tempat berkumpulnya perempuan Indonesia untuk kali pertama dalam sejarah gerakan perempuan ketika perempuan dari berbagai belahan nusantara berkongres pada tahun 1928. …

Read More »

Meninggalkan Kuasa dan Keistimewaan Laki-laki

Minggu lalu, 15 Februari 2015 saya melakukan perjalanan ke salah satu sudut pulau Sumatera, tepatnya di Labuhan Batu Sumatera Utara, sebuah kabupaten yang harus ditempuh selama kurang lebih delapan jam dari kota Medan.  Perjalanan ini merupakan kali pertama saya mengunjungi kabupaten yang memiliki jalur kereta api dari kota Medan ini …

Read More »

Menyoal Pengurangan Jam Kerja Perempuan

Wakil Presiden Yusuf Kalla mengemukakan gagasan yang mengundang pro-kontra di kalangan masyarakat pada saat menerima kunjungan Persatuan Umat Islam (PUI) di Kantor Wakil Presiden pada tanggal 25 November 2014. Gagasan Wapres tersebut adalah pengurangan jam kerja perempuan dengan alasan untuk memberikan waktu yang cukup kepada perempuan untuk mendidik dan mengasuh …

Read More »

Gerakan Pro Feminis di Indonesia

White Ribbon DAy

Presentasi ini dibawakan oleh Nur Hasyim dalam White Ribbon International Conference di Sydney, Australia pada bulan Mei 2013. Konferensi yang bertema “Global to Local: Preventing Men’s Violence against Women – Research, Policy and Practice in One Space” bertujuan untuk meningkat pemahaman tentang penyebab kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki serta mengekplorasi …

Read More »

Politik Maskulinitas Menjelang Pemilihan Presiden

“Semua lelaki jantan milih Prabowo, kalau laki-laki nggak milih Prabowo kejantanannya dipertanyakan” begitu kira-kira  ungkapan musisi ternama Ahmad Dhani pada saat deklarasi Gerakan Muda (Gema) Indonesia di Rumah Polonia beberapa waktu lalu. Pernyataan ini sekali lagi menggambarkan salah satu strategi politik yang kerap digunakan oleh calon presiden (capres) Prabowo dan …

Read More »